mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini14
mod_vvisit_counterKemarin17
mod_vvisit_counterMinggu ini100
mod_vvisit_counterMinggu lalu131
mod_vvisit_counterBulan ini301
mod_vvisit_counterBulan lalu404
mod_vvisit_counterTotal347915
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Pusat Pengembangan sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatra mencari staf lapang untuk ditempatkan di propinsi Aceh, dengan kualifikasi sebagai berikut: 

  • Perempuan
  • Pendidikan D3 / S1
  • Berusia maksimal 30 tahun
  • Mampu mengoperasikan komputer terutama program Microsoft
  • Mampu menulis laporan
  • Mampu bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan stake holder
  • Memiliki komitmen untuk kerja-kerja Pemberdayaan Perempuan basis (akar rumput)
  • Mampu berkomunikasi dengan baik dengan bahasa Aceh dan Indonesia
  • Mampu bekerjasama dalam Tim
  • Berkelakuan baik dan sehat jasmani/ rohani.
  • Bersedia ditempatkan dan tinggal di wilayah kerja
  • Bersedia mentaati peraturan yang berlaku di PPSW Sumatra

 

Lamaran  kerja dan CV lengkap dapat dikirim via Pos atau E-mail.
Alamat kantor PPSW Sumatra di Aceh :
PPSW Sumatra
Jl. T. Nyak Johan No.10 Kota Mini
Kec. Mutiara Timur, Kab Pidie, Aceh
Kontak : Telp. (62-0653) 821025
Endang Sulfiana : 0812 9160031
Erlina Juwita : 0852 - 77787 366
E-mail    : Website : www.sumatra.ppsw.or.id
Alamat E-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Kami tunggu Surat lamaran anda sampai dengan tanggal  30 September 2014

Last Updated (Wednesday, 17 September 2014 11:45)

 

Banyak  usaha kecil yang dikelola oleh perempuan tidak berkembang. Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pendamping usaha kecil termasuk Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatra. Padahal para pelaku usaha kecil tersebut telah dibekali berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan usahanya seperti pelatihan teknik pembuatan emping, pelatihan menjahit, pelatihan perencanaan usaha, studi banding dan konsultasi dengan pengusaha sukses. Tetapi setelah kegiatan pelatihan, studi banding dan konsultasi usaha selesai, usaha yang dikelola anggota dampingan PPSW tetap seperti semula. Tidak terlihat perkembangan usaha yang signifikan diantara peserta pelatihan. Apanya yang salah?

Pada tanggal 10 Oktober 2013, saya berkesempatan mengikuti acara Penganugerahan Kusala Swadaya sebuah penghargaan kepada para pegiat kewirausahaan sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Swadaya.  Drg.Madya Putri Andang Wahyuni dengan produk Kerajinan tangan berbahan baku karung goni dan kain perca salah satu penerima penghargaan. Ia mengangkat isu penting : Memberdayakan orang yang berkebutuhan khusus tuna rungu dan tuna wicara untuk dapat mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Peserta lain yang juga mendapatkan penghargaan adalah Srini Maria Margaretha dengan produk Baby buncis dan buah Bit. Ia adalah ketua kelompok wanita tani yang mengangkat isu penting : Meningkatkan ekonomi petani. Dua tokoh perempuan yang mendapatkan penghargaan diatas telah memberikan inspirasi kepada banyak orang bagaimana keberhasilan mereka memberikan semangat kepada perempuan lain agar bisa berprestasi dan mengembangkan usahanya untuk meningkatkan ekonomi petani dan meningkatkan kemandirian perempuan berkebutuhan khusus agar bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. 

Last Updated (Tuesday, 24 March 2015 13:38)

Read more...

 

AGANSIAPI-API (RIAU POS) -Kemajuan emansipasi wanita jangan sampai membuat lupa dengan fitrah terutama berperan sebagai sosok isteri dan ibu yang baik.

Pandangan ini dikemukakan Bupati Rohil Annas Maatnun yang diwakili Asisten II Rohil bidang Ekonomi Pembangunan Hasrial SE MSi, saat memberikan sambutan pada wisuda angkatan III Pendidikan Keuangan (PK) untuk Perempuan Matang, yang dilaksanakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatera, di Aula SMPN 1 Bangko, Bagan-siapi-api, Kamis (27/6). 

Hasrial mengemukakan, pada saat ini perempuan telah banyak berkiprah di berbagai perekonomian. Misalnya dibuktikan dengan pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. 

Mempertahankan perilaku ekonomis dibandingkan konsumtif, terangnya, merupakan salah satu upaya bagaimana perempuan memainkan perannya dengan baik. "Kami atas nama pemerintah kabupaten mengucapkan terimakasih atas pembinaan yang dilakukan, tidak berlebihan bila dikatakan wanita sekarang telah mampu berbicara di banyak bidang, bahkan di bidang politik seperti kita lihat keterwakilan anggota DPRD di Rohil sekitar 20-30 persen," ujar dia.

Selanjutnya, diharapkan para wisudawati memiliki kemampuan sesuai dengan apa yang te-lah dipelajari dan dapat berperan mengisi pembangunan yang ada.(fad)

Last Updated (Monday, 01 July 2013 12:00)

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia