mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin15
mod_vvisit_counterMinggu ini54
mod_vvisit_counterMinggu lalu181
mod_vvisit_counterBulan ini540
mod_vvisit_counterBulan lalu790
mod_vvisit_counterTotal363013
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Banyak  usaha kecil yang dikelola oleh perempuan tidak berkembang. Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pendamping usaha kecil termasuk Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatra. Padahal para pelaku usaha kecil tersebut telah dibekali berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan usahanya seperti pelatihan teknik pembuatan emping, pelatihan menjahit, pelatihan perencanaan usaha, studi banding dan konsultasi dengan pengusaha sukses. Tetapi setelah kegiatan pelatihan, studi banding dan konsultasi usaha selesai, usaha yang dikelola anggota dampingan PPSW tetap seperti semula. Tidak terlihat perkembangan usaha yang signifikan diantara peserta pelatihan. Apanya yang salah?

Pada tanggal 10 Oktober 2013, saya berkesempatan mengikuti acara Penganugerahan Kusala Swadaya sebuah penghargaan kepada para pegiat kewirausahaan sosial yang dilaksanakan oleh Yayasan Bina Swadaya.  Drg.Madya Putri Andang Wahyuni dengan produk Kerajinan tangan berbahan baku karung goni dan kain perca salah satu penerima penghargaan. Ia mengangkat isu penting : Memberdayakan orang yang berkebutuhan khusus tuna rungu dan tuna wicara untuk dapat mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Peserta lain yang juga mendapatkan penghargaan adalah Srini Maria Margaretha dengan produk Baby buncis dan buah Bit. Ia adalah ketua kelompok wanita tani yang mengangkat isu penting : Meningkatkan ekonomi petani. Dua tokoh perempuan yang mendapatkan penghargaan diatas telah memberikan inspirasi kepada banyak orang bagaimana keberhasilan mereka memberikan semangat kepada perempuan lain agar bisa berprestasi dan mengembangkan usahanya untuk meningkatkan ekonomi petani dan meningkatkan kemandirian perempuan berkebutuhan khusus agar bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. 

Last Updated (Tuesday, 24 March 2015 13:38)

Read more...

 

AGANSIAPI-API (RIAU POS) -Kemajuan emansipasi wanita jangan sampai membuat lupa dengan fitrah terutama berperan sebagai sosok isteri dan ibu yang baik.

Pandangan ini dikemukakan Bupati Rohil Annas Maatnun yang diwakili Asisten II Rohil bidang Ekonomi Pembangunan Hasrial SE MSi, saat memberikan sambutan pada wisuda angkatan III Pendidikan Keuangan (PK) untuk Perempuan Matang, yang dilaksanakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sumatera, di Aula SMPN 1 Bangko, Bagan-siapi-api, Kamis (27/6). 

Hasrial mengemukakan, pada saat ini perempuan telah banyak berkiprah di berbagai perekonomian. Misalnya dibuktikan dengan pengelolaan keuangan dalam rumah tangga. 

Mempertahankan perilaku ekonomis dibandingkan konsumtif, terangnya, merupakan salah satu upaya bagaimana perempuan memainkan perannya dengan baik. "Kami atas nama pemerintah kabupaten mengucapkan terimakasih atas pembinaan yang dilakukan, tidak berlebihan bila dikatakan wanita sekarang telah mampu berbicara di banyak bidang, bahkan di bidang politik seperti kita lihat keterwakilan anggota DPRD di Rohil sekitar 20-30 persen," ujar dia.

Selanjutnya, diharapkan para wisudawati memiliki kemampuan sesuai dengan apa yang te-lah dipelajari dan dapat berperan mengisi pembangunan yang ada.(fad)

Last Updated (Monday, 01 July 2013 12:00)

 

Pendahuluan

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Sumatra (PPSW Sumatra) atau Center for Women’ Resources Development merupakan salah satu anggota Asosiasi PPSW yang dibentuk pada tahun 2008. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2012 dengan dukungan dana dari Citi Foundation, PNPM Peduli dan Global Fund for Women, yaitu:


a. Training Pendidikan Keuangan Untuk Perempuan Matang.

Kegiatan ini dilakukan selama 6 bulan untuk setiap angkatan. Kegiatan pendidikan keuangan dilakukan di Aceh dan Riau dengan total peserta sebanyak 240 orang. Pada akhir modul 6, peserta diminta membuat rencana keuangan untuk masa depan sebagai persiapan tabungan hari tua. Peserta pendidikan keuangan adalah perempuan dari golongan sosial ekonomi rendah yang berusia 40 tahun keatas – itulah mengapa disebut sebagai ”Usia Matang” sebagai terjemahan dari ”Mature Women”. Tabungan hari tua yang dibuat oleh peserta diharapkan dalam bentuk investasi baik usaha produktif, pertanian, ternak, tabungan emas dan uang. Peserta boleh memilihi jenis tabungan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Diharapkan setelah mengikuti training Pendidikan Keuangan ini, peserta memiliki tabungan hari tua yang dapat menjadi bekal untuk menjalani masa tua yang bahagia dan sehat bersama keluarga.


Last Updated (Friday, 28 June 2013 11:34)

Read more...

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia