mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini54
mod_vvisit_counterKemarin29
mod_vvisit_counterMinggu ini177
mod_vvisit_counterMinggu lalu220
mod_vvisit_counterBulan ini664
mod_vvisit_counterBulan lalu1554
mod_vvisit_counterTotal361324
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Sebanyak 28 perempuan asal Kecamatan Sakti dan Tiro, Pidie, dilatih keterampilan meningkatkan kualitas produksi emping melinjo, Rabu (22/12/11), di Gampong Cumbok Li Kecamatan.


Koordinator pusat pengembangan sumberdaya wanita (PPSW) Aceh, Erlina Juita, mengatakan, pelatihan (training) itu untuk meningkatkan perekonomian perempuan Pidie dengan meningkatkan produktifitas emping.

“Peserta training adalah ibu-ibu rumah tangga yang bergabung dalam kelompok usaha. Sebelumnya mereka telah kita organisir lebih dulu,” katanya.

Usai training, para peserta diharapkannya mampu meningkatkan kualitas produksi emping di Pidie, sehingga bisa bersaing di pasar.

Trainig itu menghadirkan Abdul Manaf (Direktur Malem Dagang) yang sebelumnya sukses dalam pembuatan dan pemasaran emping melinjo di Pidie.

Acara sehari penuh itu dibiayai lembaga pusat pengembangan sumberdaya wanita (PPSW) bekerjasama dengan PNPM peduli.(muh/harian aceh)

 

Last Updated (Thursday, 23 February 2012 11:21)

 

Pada tanggal 26-27 Oktober 2010 di Gedung Multi Marga Bagan Siapiapi. telah diadakan Mubes Serikat Perempuan Basis Rokan Hilir. Sekitar 34 peserta perempuan hadir dari 5 kecamatan (Bangko, Rimbo Melintang, Batu Hampar, Sinaboy dan Pekaitan). Mereka yang hadir merupakan perwakilan dari 30 kelompok dampingan PPSW Sumatra wilayah Rokan Hilir.

Dalam Mubes ada beberapa agenda besar yang dibahas diantaranya pembahasan AD/ART dan pemilihan pengurus Serikat baik tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten. Pengurus tingkat kecamatan dipilih melalui pemilihan dalam sidang komisi dan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus ditingkat Kabupaten. Masing-masing wilayah mengusulkan 3 nama yang akan dicalonkan menjadi pengurus ditingkat Kabupaten. Pengurus inti yang terpilih kemudian menyusun anggota pengurus lainnya yang akan duduk dimasing-masing devisi.

Untuk struktur kepengurusan periode 2010-2013 dengan susunan sebagai berikut, Sulasmi sebagai ketua, Sakinah sebagai sekretaris dan Fathonah sebagai bendahara.

Last Updated (Thursday, 23 February 2012 11:18)

Read more...

 

 

Tanggal 22 September 2010 merupakan hari bersejarah bagi kelompok perempuan basis di Aceh karena mereka telah membentuk Serikat Perempuan Basis Aceh Bangkit yang disingkat menjadi SPB Aceh Bangkit. Pembentukan Serikat dilakukan dalam Musyawarah Besar Forum Perempuan Aceh bangkit yang diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 21 – 23 September 2010, di Hotel Regina, Banda Aceh. Pemilihan pengurus Serikat dilakukan secara demokratis melalui pemilihan calon pengurus. Setiap kabupaten mencalonkan 2 orang untuk pengurus sehingga terdapat 8 orang formatur yang akan bertarung memperebutkan 62 suara peserta Mubes.

 

Hasil pemilihan pengurus SPB Aceh Bangkit tingkat propinsi Periode 2010 – 2013 adalah sebagai berikut :

 

Ketua              : Irma Suryani (Indra Puri, Aceh Besar)

Sekretaris        : Maulidar (Samalanga, Bireun)

Bendahara       : Masyitah (Idi Tunong, Aceh Timur)

 

Setelah terpilih menjadi pengurus inti, ketiga pengurus tersebut memilih badan kelengkapan pengurus lainnya seperti Dewan Penasehat dan beberapa Ketua Divisi : Pendidikan, kesehatan, Ekonomi, Politik, Pengorganisasian masyarakat, Hukum & Advokasi.

 

Last Updated (Friday, 22 October 2010 16:04)

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia