mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini33
mod_vvisit_counterKemarin15
mod_vvisit_counterMinggu ini66
mod_vvisit_counterMinggu lalu181
mod_vvisit_counterBulan ini552
mod_vvisit_counterBulan lalu790
mod_vvisit_counterTotal363025
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Dalam Rangka HUT Koperasi ke 63

Pada tanggal 20 Juli 2010 Ibu-ibu dari WBB , SH dan KSDA mendapatkan pemberitahuan secara lisan dari Dinkop kalau di Rohil akan diadakan acara HUT Koperasi RI yang ke 63. Untuk itu tiap koperasi diminta untuk mengirimkan Papan Ucapan selamat HUT Koperasi RI ke 63 dan meletakkannya di depan kantor Bupati Rohi.

Karena jarak yang cukup jauh antar Koperasi SH dan WBB dengan Kantor Bupati yang ada di Bagansiapiapi, maka ibu-ibu memutuskan untuk menempah papan ucapan tersebut di Bagan saja. Sebagai pemberitahuan resmi, Dinkop mengirimkan undangan kepada Koperasi SH, WBB dan KSDA dan meminta untuk dapat hadir mengikuti apel pagi dan akan dilanjutkan dengan acara perayaan HUT Koperasi RI yang ke 63 di Aula Kantor Bupati Rohil Jl. Merdeka – Bagansiapiapi. Di undangan dituliskan acara dimulai pukul 07.00 wib. Ini berarti Ibu-ibu harus pagi-pagi sekali berangkat dari rumahnya karena jarak yang sangat jauh, agar tidak terlambat sampai ditempat acara.

 

Last Updated (Friday, 22 October 2010 16:13)

Read more...

 

"Bagaimana cara mendapatkan buku atau akte nikah pak?, karena nikahnya waktu k onflik sehingga tidak ada buku nikah”, tanya seorang  peserta dialog hakim di kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie propinsi Aceh. Hakim menjelaskan, “Bisa dengan cara ke kantor Mahkamah Syariah, membawa saksi; tengku yang menikahkan, geuchik dan suami istri. Kalaupun saksi dan Tengku yang menikahkan sudah meninggal, maka boleh membawa saksi lainnya.”

Dialog diatas dilakukan dalam acara dialog kelompok perempuan kecamatan Sakti dengan hakim, yang sangat menarik minat peserta karena banyak masalah yang berkaitan dengan hukum dibahas disitu. Kegiatan ini telah dimulai sejak bulan Januari 2009, di 4 wilayah, yaitu Indrapuri (Aceh Besar), Samalanga (Bireun) dan Idi Tunong (Aceh Timur). Dialog hukum ini dilakukan secara paralel di beberapa tempat, seperti di kelas belajar atau Rangkang Inong Meureunoe (RIM), pertemuan LKM dan di pertemuan rutin kelompok.

 

Last Updated (Friday, 22 October 2010 16:16)

Read more...

 

Kembali ke Aceh, kembali pada luka. Suara tangis ibu-ibu peserta workshop setahun lalu berdengung kembali di kepala seperti suara ribut ribuan lebah. Kepalaku terasa berdenyut-denyut sakit.

Tidak pernah terlintas dalam benakku untuk kembali ke propinsi paling barat itu. Dari dalam perut Garuda, aku melihat gumpalan awan seputih kapuk melayang lepas. Apakah awan itu benar-benar merdeka? Aku menengok remang-remang daratan yang berwarna hijau toska, jalan-jalan kecil berwarna coklat tanah yang melingkar-lingkar di sela perbukitan, aku mencium bau anyir darah. Sebagai daerah yang mendukung penuh kemerdekaan Indonesia dan menyumbangkan sebuah pesawat tempur, apa Aceh sudah merdeka? Apa kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah Negara diikuti kemerdekaan wilayah-wilayah yang tergabung di dalamnya? Apakah kemerdekaan itu sebenarnya?

PPSW (Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita) kali ini yang mengundangku datang ke Aceh. Dalam TOR yang mereka kirimkan, akan diadakan 2 workshop penulisan selama di Aceh: pertama, workshop untuk ibu-ibu kader Aceh. Kedua, workshop untuk PL (Petugas Lapang) dan tim sekertariat Jakarta. Workshop itu diadakan di akhir musim hujan yang rentah saat jamur tanah mulai menghilang di tahun 2009.

Aku ingat percakapanku dengan tim sekertariat Jakarta dan ketua wali amanah PPSW sebelum berangkat.

Last Updated (Saturday, 07 August 2010 08:12)

Read more...

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia