mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin29
mod_vvisit_counterMinggu ini171
mod_vvisit_counterMinggu lalu220
mod_vvisit_counterBulan ini658
mod_vvisit_counterBulan lalu1554
mod_vvisit_counterTotal361318
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) yang didukung dana oleh The Asia Foundation (TAF) menggelar pelatihan untuk pemilih perempuan, Jumat-Sabtu (27-28/3) di Hotel Khalifah, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Pendidikan tersebut digelar untuk meningkatkan partisipasi kelompok perempuan di Aceh dalam Pemilu 2009.

Pendamping lapang (PL), Rahmiati, kepada Harian Aceh, Sabtu (28/3) menuturkan perlunya persiapan bagi perempuan dalam memilih, karena system Pemilu kali ini berbeda dengan sebelumnya. Apalagi, sebutnya, pengetahuan tentang Pemilu masih sangat minim sehingga diperlukan pemilih bagi perempuan. “Partai Politik (Parpol) di Indonesia sejak dulu belum menjalankan fungsinya secara optimal,”ujar Rahmi.

Rahmi menambahkan, meskipun Undang-undang No. 2/2008 mewajibkan kepada Parpol untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, namun belum sepenuhnya dilakukan oleh Partai.

Acara pelatihan tersebut, turut dihadiri Caleg dari partai local maupun nasional, seperti Nurdin Jalil (PPPI), Muhaidi (Demokrat), Sayed Saiful Bahri (PAN), Indra Kusmera (SIRA), Rukiah Syam (PBB), Nuryani (PAAS), Cut Linda (PA) dan Burdah (PKS). Kedelapan perwakilan parpol itu mengutarakan visi dan misi mereka masing-masing dihadapan ratusan kaum perempuan dalam acara pendidikan pemilih. (cis)

 

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:39)

 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) menggelar seminar pemilih cerdas di Aula IPS Center, Pidie, Jumat (27/3). Kegiatan yang diikuti 50 peserta perempuan dari Kecamatan Sakti, Pidie bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan terhadap demokrasi serta partisipasi dalam Pemilu 2009 di Aceh.

Panitia pelaksana, Erlina Juwita, kepada Harian Aceh, Jumat (27/3), mengatakan, dalam Pemilu yang digelar 9 April nanti, perempuan memiliki peran penting khususnya dalam menentukan pilihannya. “Penting bagi perempuan memilih partai atau caleg yang nantinya bisa berpihak kepada kaum perempuan,” ujarnya.

Fasilitator kegiatan, ibu yayuk dari PPSW Jakarta, mengatakan, masyarakat perlu melihat para caleg-caleg yang punya kualitas tinggi untuk dipilihnya nanti agar mampu mengemban tugas sebagai legislator dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.” Jangan asal pilih dalam pemilu nanti karena hal tersebut bisa merugikan rakyat,” katanya. (cmh)

 

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:27)

 

Ketertinggalan perempuan dalam ranah publik disebabkan konstruksi sosial yang terbangun dalam sebuah keluarga dengan menomorduakan posisinya. Tanpa disadari, hal tersebut membudaya dalam keluarga sehingga perilaku tersebut membunuh kreativitas perempuan untuk maju.

Demikian berkembang dalam training gender yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bekerjasama dengan The Asia Foundation, di Wisma Safira, Kota Sigli, Senin, (26/7).

“Peluang bagi perempuan sangat minim dibandingkan laki-laki, seperti adanya batasan serta factor social dan kebiasaan yang terbangun dalam sebuah keluarga sehingga laki-laki lebih dominant, terutama dalam hal pendidikan. Sedangkan perempuan terjebak dengan pekerjaan domestic rumah tangga,” ujar Titik Hartini, fasilitator training, kemarin.

Perilaku demikian, katanya, terus terjadi dalam keluarga selama tanpa disadari secara sistematis membuat kaum perempuan terus tertinggal tidak hanya pendidikan, tapi juga kesahatan.

Hal tersebut diakui seorang peserta yang mengaku dalam bidang hukum dan kesempatan dalam urusan ekonomi, juga terjadi hal yang sama.“Kami terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga sehingga tertinggal dalam segala sector seperti hukum, kesehatan dan juga ekonomi, “Kata Cut Putri, salah seorang peserta dalam pertemuan tersebut.

Sementara Ketua Pelaksana, Erlina juwita, menerangkan, kegiatan ini diikuti 30 orang peserta perempuan, yang mereka dampingi selama ini. Melalui training tersebut, katanya, muncul perubahan paradigma berfikir para perempuan, agar lebih progresif untuk bersaing dalam pengambilan keran disegala sector baik dalam mengisi ranah public maupun ranah lainnya. (cmh)

 

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:25)

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia