mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini19
mod_vvisit_counterKemarin17
mod_vvisit_counterMinggu ini105
mod_vvisit_counterMinggu lalu131
mod_vvisit_counterBulan ini306
mod_vvisit_counterBulan lalu404
mod_vvisit_counterTotal347920
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

Ketertinggalan perempuan dalam ranah publik disebabkan konstruksi sosial yang terbangun dalam sebuah keluarga dengan menomorduakan posisinya. Tanpa disadari, hal tersebut membudaya dalam keluarga sehingga perilaku tersebut membunuh kreativitas perempuan untuk maju.

Demikian berkembang dalam training gender yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bekerjasama dengan The Asia Foundation, di Wisma Safira, Kota Sigli, Senin, (26/7).

“Peluang bagi perempuan sangat minim dibandingkan laki-laki, seperti adanya batasan serta factor social dan kebiasaan yang terbangun dalam sebuah keluarga sehingga laki-laki lebih dominant, terutama dalam hal pendidikan. Sedangkan perempuan terjebak dengan pekerjaan domestic rumah tangga,” ujar Titik Hartini, fasilitator training, kemarin.

Perilaku demikian, katanya, terus terjadi dalam keluarga selama tanpa disadari secara sistematis membuat kaum perempuan terus tertinggal tidak hanya pendidikan, tapi juga kesahatan.

Hal tersebut diakui seorang peserta yang mengaku dalam bidang hukum dan kesempatan dalam urusan ekonomi, juga terjadi hal yang sama.“Kami terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga sehingga tertinggal dalam segala sector seperti hukum, kesehatan dan juga ekonomi, “Kata Cut Putri, salah seorang peserta dalam pertemuan tersebut.

Sementara Ketua Pelaksana, Erlina juwita, menerangkan, kegiatan ini diikuti 30 orang peserta perempuan, yang mereka dampingi selama ini. Melalui training tersebut, katanya, muncul perubahan paradigma berfikir para perempuan, agar lebih progresif untuk bersaing dalam pengambilan keran disegala sector baik dalam mengisi ranah public maupun ranah lainnya. (cmh)

 

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:25)

 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) bekerjasama dengan Asia Foundation memberikan pelatihan komputer bagi 16 perempuan di Kecamatan Mutiara, Pidie, Senin (4/5)

Staf Asia Foundation, Erica mengatakan selain membiayai proses pentrainingan juga menghibahkan empat komputer kepada kelompok perempuan, yang nantinya menjadi aset lembaga mereka.

Sementara Ketua Panitia, Juairiah mengatakan dalam kegiatan tersebut selain diajarkan tentang pengenalan komputer juga diajarkan tentang program Microsof Exel dengan harapan mereka nantinya akan mampu membuat laporan keuangan lembaga mikro.

Acara tersebut berlangsung selama empat hari (30 April-4 Mei) di kantor PPSW Aceh di Kacamatan Mutiara Pidie. Para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari Bireun, Pidie, Aceh Timur dan Aceh Besar, masing-masing 3 peserta dan 4 pendamping. (cmh)

 

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:28)

 

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) menggelar workshop peningkatan partisipasi perempuan dalam Musrenbang di Aula IPS Center, Kota Sigli, Kamis (19/2). Kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan kapasitas perempuan dalam membangun masyarakat serta partisipasinya dalam sektor pembangunan.

Sejumlah 20 perempuan dari Kecamatan Sakti, Pidie, berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Peserta di harapkan dapat membangun komunikasi dalam usaha meningkatkan peran membangun masyarakat setelah mengikuti acara itu.

Ketua pelaksana, Erlina Juita S.Si, mengatakan selapas mengikuti acara tersebut, perempuan mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan sektor perempuan. “Para peserta nantinya akan menyusun program yang akan ditawarkan dalam usaha pembangunan serta menjadi kontribusi dalam proses pembangunan di tingkat komunitasnya,” kata Erli kepada Harian Aceh, kemarin.

Kaum perempuan, kata Erli diharapkan membangun komunikasi antar pihak terutama perempuan dalam usaha memajukan pembangunan yang selama ini di terapkan di wilayahnya. Acara workshop tersebut berlangsung selama 2 hari, dengan difasilitasi Abdullah Abdul Muthalib dan Arman Fauzi dari Gerak Aceh.

Last Updated (Friday, 23 April 2010 14:27)

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia