mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini39
mod_vvisit_counterKemarin16
mod_vvisit_counterMinggu ini39
mod_vvisit_counterMinggu lalu174
mod_vvisit_counterBulan ini463
mod_vvisit_counterBulan lalu720
mod_vvisit_counterTotal350201
Polling
Komentar anda tentang website PPSW Sumatra ini
 

ONE BILLION RISING
My Body My Revolution
“PEREMPUAN MELAWAN KEKERASAN”
Rokan Hilir – 14 Februari 2016

Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) tidak berdiri sendiri, melainkan selalu terkait dengan isu social lainnya. KTP juga fenomena global. Kekerasan terhadap perempuan juga menjadi agenda komunitas internasional dan resmi diakui sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Dalam keluarga atau masyarakat miskin, perempuan menjadi pihak yang paling rentan, menanggung beban paling berat untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Kasus-kasus perdagangan orang, praktek migrasi yang didominasi perempuan, tingginya Kekerasan Terhadap Perempuan/KDRT, rendahnya derajat kesehatan anak perempuan dan perempuan, rendahnya tingkat pendidikan anak perempuan dibanding anak laki-laki, tingginya Angka Kematian Ibu melahirkan, bayi baru lahir dan balita adalah bukti nyata, betapa perempuan menjadi pihak yang paling menderita dan mengalami kekerasan.
Kekerasan Seksual menjadi lebih sulit untuk diungkap dan ditangani dibanding kekerasan terhadap perempuan lainnya karena sering dikaitkan dengan konsep moralitas masyarakat. Perempuan dianggap sebagai simbol kesucian dan kehormatan, karenanya ia kemudian dipandang menjadi aib ketika mengalami kekerasan seksual, misalnya perkosaan. Korban juga sering disalahkan sebagai penyebab terjadinya kekerasan seksual. Ini membuat perempuan korban seringkali bungkam.
Catatan Tahunan (Catahu) tahun 2015, (Komnas Perempuan) menyebut 1.033 kasus perkosaan, 834 kasus pencabulan, 184 kasus pelecehan seksual, 74 kasus kekerasan seksual lain, 46 kasus melarikan anak perempuan, dan 12 kasus percobaan perkosaan.

 

Last Updated (Monday, 22 February 2016 11:17)

Read more...

 

Disadari atau tidak oleh perempuan, sampai saat ini pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) Perempuan masih banyak mengalami masalah. Perempuan perdesaan, miskin kota dan perempuan muda masih sulit mendapatkan informasi dan pelayanan HKSR yang diperlukan. Rumah sakit dan klinik yang disediakan pemerintah belum dapat memberikan informasi yang cukup tentang berbagai persoalan HKSR serta belum mampu menyediakan pelayanan HKSR yang baik.

Dari hasil penelitian Permampu tentang Mengenali Berbagai Issue Seputar Kehamilan yang Tidak Diinginkan / KTD yang dilakukan oleh 8 LSM di delapan Propinsi Pulau Sumatra, termasuk PPSW Sumatra di Riau, diperoleh data tingginya angka KTD yang disebabkan antara lain karena kurangnya informasi (pengetahuan) tentang kehamilan akibat kesalahan cara menggunakan alat kontrasepsi, kehamilan dibawah umur 20 tahun dan kehamilan akibat perkosaan. Dampak dari KTD adalah adanya keinginan menggugurkan kandungan baik secara tradisional dengan minuman jamu atau pergi ke tempat-tempat yang dapat membantu menggugurkan kandungan. KTD hanya satu dari sekian banyaknya persoalan kesehatan reproduksi yang dialami perempuan dan belum mendapatkan pelayanan yang cukup.

 

Last Updated (Monday, 22 February 2016 11:16)

Read more...

 

Forum Komunitas Perempuan Akar rumput (FKPAR) Sumatera (Peringatan Hari Internasional Perempuan Pedesaan  & Pemberantasan Kemiskinan)

“PEREMPUAN MELAWAN KEMISKINAN”


Sumatera/Banda Aceh - 19 Oktober 2015

Kemiskinan merupakan masalah berwajah banyak (multi dimensi) yang bukan hanya diukur dari sisi ekonomi, walaupun negara secara umum mengukur kemiskinan dari sisi pendapatan dan pengeluaran atau konsumsi. Kenyataan menunjukan bahwa kemiskinan juga menyangkut kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang baik perempuan maupun laki-laki untuk menjadi miskin dan mengalami berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hak, ketidakmampuan memenuhi hak-hak dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.

Last Updated (Thursday, 04 February 2016 09:38)

Read more...

 
Translator


Internal Link
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Jakarta, Indonesia